Pada libur lebaran, saya mudik bersama teman- teman seLamongan memakai bus. Berangkat dari BOgor jam 20.30 WIB dan sampai rumah jam 14.00 WIB. Perjalanan yang cukup melelahkan namun sangat menyenangkan karena ada perasaan rindu ma keluarga di Rumah.
Selang satu jam di rumah, ponsel berbunyi yang menandakan da sms masuk. Waktu saya baca, ternyata ada kabar duka, teman sekostan yang dulu da yang meninggal dunia karena sakit. Terasa sedih mendengarnya, tapi memang semua akan kembali pada-Nya.
Pada saat hari H lebaran,setelah shalat idul fitri, saya meminta maaf kepada kedua orang tua dan dilanjutkan dengan bersilaturrahmi sama keluarga lain dan tetangga- tetangga serta ke rumah guru- guru. Pada sore harinya saya dan sepupuku pergi ke rumah bibi yang ada di desa sebelah.

Menjelang akhir liburan yang bertepatan tanggal 16 September, aku dan teman- teman SD mengadakan reoni di Brumbun. Brumbun adalah tempat pariwisata dengan ar hangat yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjungnya. Yang ikut reoni tersebut hanya 17 oarang, 13 teman yang laki- laki dan 4 orang lagi teman perempuan yang diantaranya adalah aku. Di sana kita bakaran ayam dan ikan. Selang satu jam saat masih membakar ayam, hujan deras turun, tetapi aku dan teman- teman tetap membakar daging ayam dan ikan yang belum dibakar. Setelah semuanya matang, kami makan bersama-sama di gubuk yang telah kami sewa. Acara- acara makan- makan pun telah selesai, kemudian dilanjutkan dengan berenag di air hangat yang ada di tempat tersebut. Senang sekali bisa bersama- sama dengan teman lagi. Walaupun hujan masih deras, akhirnya aku dan teman- teman pun pulang dengan mengendarai motor masing- masing. Kami pulang dengan kedaan kedinginan semua, namun semua itu tak terasa karena kami sangat senang sekali. Inilah cerita liburan yang mungkin singkat, tetapi bagi saya sangat mengesankan.

Search
Archives